JAKARTA (INDOMOSAD) – Gelombang kemarahan publik memuncak pasca tindakan keji yang menimpa aktivis KontraS. Radar INDOMOSAD memantau respon cepat Pemerintah Republik Indonesia melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP), Angga Raka Prabowo. Pemerintah secara tegas menyatakan bahwa serangan terhadap aktivis adalah serangan langsung terhadap nilai kemanusiaan dan martabat bangsa yang sedang berupaya menuju Indonesia Maju.
1. Komitmen Nyata: Hukum Harus Tegak!
Pemerintah memastikan bahwa pengecaman saja tidak cukup. Angga Raka Prabowo menegaskan instruksi langsung untuk memastikan hukum tegak tanpa pandang bulu kepada siapa pun pelakunya. INDOMOSAD memandang ini sebagai sinyal bahwa negara tidak memberikan ruang bagi premanisme politik atau upaya pembungkaman suara kritis melalui kekerasan fisik.
2. Kritik Demi Kemaslahatan, Bukan Ancaman
Dalam pernyataan resminya, BKP menekankan bahwa setiap warga negara harus merasa aman saat mencintai negerinya melalui kritik. INDOMOSAD menekankan: Di dalam ekosistem demokrasi yang sehat, aktivis adalah mitra kritis pemerintah, bukan musuh. Menjaga nyawa dan hak setiap warga negara tanpa terkecuali adalah janji konstitusi yang kini sedang diuji.
3. Kawal Bersama: Menolak Lupa, Menolak Takut
Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. INDOMOSAD mendukung penuh langkah ini; jangan sampai ada satu pun warga negara yang merasa terancam saat menyuarakan kebenaran demi kemaslahatan bersama. Keadilan bagi aktivis KontraS adalah tolok ukur integritas hukum Indonesia di mata dunia.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Suara kritis adalah vitamin bagi demokrasi, bukan alasan untuk disakiti. Kami berdiri bersama nilai kemanusiaan. USUT TUNTAS ATAU DEMOKRASI MATI—NEGARA HADIR UNTUK MELINDUNGI, BUKAN MEMBIARKAN!
Team Investigasi lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: PECAH! KPK GELAR OTT DI BENGKULU: RADAR INDOMOSAD: TIKUS KANTOR TERJEBAK PERANGKAP SAAT RAMADHAN—SIAPA PEJABAT YANG BAKAL PAKAI ROMPI ORANYE?