BATAM (INDOMOSAD) – Kabar buruk bagi warga Batam yang berharap kestabilan harga di awal tahun 2026. Radar INDOMOSAD menangkap data resmi dari BPS yang menunjukkan inflasi Kota Batam melesat hingga 3,13 persen secara year on year. Indeks Harga Konsumen (IHK) yang kini menyentuh angka 112,08 menjadi bukti otentik bahwa daya beli masyarakat sedang dalam kondisi darurat.
1. Emas dan Ayam: Duet Maut Penindas Rakyat
Dua komoditas paling berpengaruh, Emas Perhiasan dan Daging Ayam, kini menjadi momok menakutkan. Emas bukan lagi alat investasi rakyat kecil, melainkan simbol ketidakmampuan ekonomi. Sementara itu, Daging Ayam yang merupakan sumber protein utama warga Batam, harganya terus "terbang" melampaui batas kewajaran. INDOMOSAD mempertanyakan: Dimana peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)? Mengapa pasar dibiarkan liar tanpa kendali harga yang nyata?
2. Kontras Mewahnya Mall vs Dompet yang Kering
Pemandangan etalase emas di Mega Mall hanyalah fatamorgana di tengah kenyataan pahit. Batam mungkin terlihat bersinar dengan infrastruktur jalan lebarnya, namun di balik itu, biaya hidup (Cost of Living) warga perumahan dan ruli kian tak masuk akal. IHK sebesar 112,08 adalah alarm bahwa uang 100 ribu hari ini nilainya tidak lebih dari sekadar "uang parkir" jika dibandingkan tahun lalu.
3. Ancaman Kelaparan Terselubung
Jika inflasi ini tidak segera ditekan, INDOMOSAD memprediksi akan terjadi penurunan standar gizi masal di Batam. Rakyat akan beralih ke makanan instan berkualitas rendah karena daging ayam sudah dianggap barang mewah. Apakah pemerintah daerah hanya akan duduk manis melihat data BPS tanpa melakukan operasi pasar yang masif dan jujur?
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Angka 3,13 persen bukan sekadar statistik, itu adalah air mata rakyat yang kesulitan membeli lauk pauk. Kami menuntut pemerintah Kota Batam untuk segera melakukan intervensi harga sebelum rakyat melakukan "intervensi jalanan". JANGAN BIARKAN RAKYAT MATI KELAPARAN DI KOTA DENGAN GEDUNG-GEDUNG TINGGI!
Team Investogasi Lapangan MSD-002
Pipinan Redaksi Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: "ALARM LPDP: 'CUKUP SAYA WNI' — KETIKA INTELEKTUAL DIDIKAN RAKYAT MEMILIH 'CERAI' DENGAN IBU PERTIWI, DIMANA MORALITAS AWARDEE?"