BATAM (INDOMOSAD) – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam pada hari pertama Ramadan 1447 H (19/2/2026) tidak hanya memicu banjir bandang, tetapi juga membangkitkan kekhawatiran akan bencana tanah longsor. Pantauan video intelijen INDOMOSAD di lapangan menunjukkan sejumlah area parkir dan pusat aktivitas warga terendam air setinggi lutut, memaksa pedagang takjil dan pengendara menghentikan aktivitas mereka.
​Di tengah kepungan air, sebuah pesan peringatan keras dari masyarakat mulai viral mengenai kondisi Bukit Vista. Warga menyoroti adanya perubahan struktur jalan menuju bukit yang mulai membentuk "punggung kuda", sebuah tanda geologis bahwa kekuatan tanah sedang diuji secara ekstrem oleh intensitas hujan.
​"Tunggu hujan dua atau tiga hari nonstop, baru kita lihat Bukit Vista bergeser ke Simpang Jam," tulis pesan tersebut, menyindir kelambanan pihak terkait dalam menyadari tanda-tanda alam sebelum bencana benar-benar terjadi.
​Keresahan publik ini didasari oleh fakta-fakta lapangan berikut:
​Infrastruktur Terendam: Sejumlah kendaraan logistik dan mobil pribadi terjebak di area genangan yang luas.
​Drainase Buruk: Meluapnya air ke jalan raya menunjukkan sistem drainase tidak lagi mampu menampung debit air hujan.
​Ancaman Longsor: Struktur Bukit Vista dikhawatirkan akan "berpindah ke dataran rendah" tanpa izin jika curah hujan terus meningkat tanpa penanganan cepat.
​INDOMOSAD memperingatkan bahwa jika tidak ada tindakan preventif segera, Batam tidak hanya menghadapi kerugian ekonomi akibat banjir, tetapi juga ancaman jiwa dari potensi pergeseran tanah di area perbukitan.
​Sumber: Analisis Video Lapangan & Suara Publik INDOMOSAD
Baca Juga: ULTIMATUM KERAS CEN SUI LAN! DESA LALAI DATA BANSOS TERANCAM POTONG ADD: RADAR INDOMOSAD: TAK ADA TEMPAT BAGI DATA "ASAL BAPAK SENANG"—PASTIKAN BANTUAN SAMPAI KE PERUT RAKYAT, BUKAN KE KANTONG KERABAT!