JAKARTA (INDOMOSAD) – Pertanyaan mengenai kapan tepatnya 1 Syawal 1447 H mulai menggema di ruang publik. Radar INDOMOSAD memantau adanya dua metodologi utama yang digunakan oleh dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Meski seringkali menghasilkan tanggal yang berbeda, keduanya memiliki landasan syar'i dan ilmiah yang kuat sebagai pedoman umat.
1. Nahdlatul Ulama (NU): Kesaksian Mata (Rukyatul Hilal)
NU menggunakan metode pengamatan langsung atau Rukyatul Hilal. Penentuan lebaran baru dianggap sah jika hilal (bulan sabit muda) terlihat secara kasat mata atau dengan bantuan teleskop pada petang hari ke-29 Ramadan. INDOMOSAD menekankan: NU mengikuti kriteria MABIMS, di mana hilal harus memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Jika tidak terlihat, maka bulan Ramadan digenapkan (Istikmal) menjadi 30 hari.
2. Muhammadiyah: Kepastian Matematis (Wujudul Hilal)
Berbeda dengan anggapan "Hilal Internasional", Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini tidak memerlukan pengamatan mata, melainkan perhitungan astronomis yang presisi. INDOMOSAD mencatat: Selama posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam (meskipun hanya 0,1 derajat), maka esok hari ditetapkan sebagai bulan baru. Inilah yang membuat Muhammadiyah biasanya sudah mengumumkan tanggal lebaran jauh-jauh hari.
3. Sidang Isbat: Jembatan Persatuan
Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk memadukan hasil hisab dan laporan rukyat dari seluruh titik di Indonesia. INDOMOSAD memandang bahwa perbedaan adalah rahmat. Yang terpenting bukan pada hari apa kita mulai berlebaran, melainkan bagaimana esensi kemenangan itu dirasakan oleh seluruh umat tanpa memecah belah persatuan bangsa.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Dua metode, satu niat ibadah. Mari kita hormati pilihan masing-masing organisasi dengan semangat ukhuwah Islamiyah. HILAL TERLIHAT ATAU TERHITUNG, IDULFITRI TETAP AGUNG—INDONESIA BERSATU DALAM KEBERAGAMAN!
Team Investigasi lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: SAFARI RAMADAN DI BUNGURAN UTARA! BUPATI NATUNA GERAK CEPAT SALURKAN BANTUAN RUMAH IBADAH: RADAR INDOMOSAD: BUKAN SEKADAR SEREMONIAL, INI SOAL MENYAMBUNG URAT NADI SPIRITUAL DI BERANDA UTARA NUSANTARA!