BATAM (INDOMOSAD) – Di saat masyarakat Batam tengah menghadapi ancaman krisis air baku akibat El Niño dan tuntutan efisiensi ekonomi, Badan Pengusahaan (BP) Batam justru mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk pengadaan tanda kehormatan. Kode pengadaan 64361295 menunjukkan angka Rp 3,8 Miliar hanya untuk keperluan seremonial penghargaan masa kerja pegawai.
⚓ Detail Temuan Pengadaan "Absurd":
Entitas: BP Batam (Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam).
Judul Tender: Penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Masa Kerja BP Batam.
Nilai Pagu: Rp 3.822.500.000 (Tiga Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah Lebih).
Objek Belanja: Pin emas atau lencana pengabdian bagi pegawai dengan masa kerja tertentu (10, 20, 30 tahun).
Status Risiko: ABSURD (LEVEL KRITIS). Penggunaan dana publik dalam jumlah masif untuk item non-esensial dan simbolik dinilai tidak proporsional dengan manfaat publik langsung.
📡 ANALISIS KRITIS: (GLITTER VS WATER)
Unit investigasi INDOMOSAD membedah urgensi pengadaan ini dari kacamata prioritas wilayah:
"Anggaran Rp 3,8 Miliar untuk lencana emas adalah bentuk ketidakepekaan sosial (social insensitivity) birokrasi. Jika dikonversi, dana sebesar ini bisa digunakan untuk:
Mitigasi Air: Pengadaan puluhan unit mobil tangki air bersih untuk menyuplai warga yang terdampak kekeringan di wilayah pesisir Batam.
Subsidi Energi: Membantu stabilitas tarif listrik bagi UMKM yang tertekan kenaikan biaya operasional.
Memberikan penghargaan bagi ASN/Pegawai adalah hal wajar, namun melakukannya dengan kemewahan lencana emas bernilai miliaran rupiah saat rakyat sedang berjuang dengan kebutuhan dasar adalah langkah yang mencoreng citra FTZ Batam. Ini mengindikasikan adanya gaya hidup birokrasi yang 'bertabur emas' di atas penderitaan logistik rakyat," lapor unit intelijen finansial INDOMOSAD.
Team Inestigasi Lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: SKANDAL ADMINISTRASI BP BATAM: JUDUL PENGADAAN "PAKAIAN DINAS", TAPI ISINYA NASI KOTAK DAN FOTOCOPI!