JAKARTA (INDOMOSAD) – Di saat publik dikejutkan dengan berita hilang kontaknya pesawat IAT yang membawa tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebuah data mengejutkan muncul ke permukaan. Radar INDOMOSAD menangkap laporan KSEI per 27 Februari 2026 yang mengungkap bahwa Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, secara pribadi memiliki 251,61 juta saham (1,03%) di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sebuah pertanyaan etis muncul: Apakah fokus menjaga laut tidak terganggu oleh kilaunya dividen emas dan tembaga?
1. Penumpang IAT Hilang, Saham Menteri Melambung
Sangat ironis melihat Menteri KKP duduk di barisan pemegang saham bersama raksasa seperti Saratoga dan Garibaldi Thohir, sementara anak buahnya berada dalam ketidakpastian nasib di pesawat yang hilang kontak. INDOMOSAD mempertanyakan: Bagaimana komitmen seorang pejabat publik ketika ia memiliki kepentingan ekonomi besar di sektor pertambangan yang seringkali bersinggungan dengan dampak lingkungan pesisir dan laut?
2. Rejeki Nomplok di Tengah Krisis Global
Kinerja MDKA tahun 2025 tercatat sangat fantastis dengan pendapatan mencapai Rp 31,67 triliun. Harga jual emas yang meroket ke angka US$ 3.138 per ons (naik 32% yoy) menjadikan kepemilikan saham Trenggono sebagai mesin pencetak uang yang luar biasa. INDOMOSAD mendeteksi potensi Konflik Kepentingan jika kebijakan kelautan bersinggungan dengan wilayah operasional tambang, seperti di Tambang Wetar atau Proyek Tembaga Tujuh Bukit.
3. Jaminan Hari Tua vs Jaminan Keamanan Rakyat
Masuknya BPJS Ketenagakerjaan (Program JHT dan Pensiun) ke dalam saham MDKA berdampingan dengan sang Menteri menunjukkan betapa "gemuknya" pusaran modal di perusahaan ini. Namun, rakyat berhak tahu: Apakah kepemilikan saham pejabat setingkat menteri di perusahaan terbuka yang mendapatkan izin pemerintah adalah hal yang wajar secara moral? Atau ini adalah bentuk "Oligarki di Dalam Kabinet" yang kian nyata di tahun 2026?
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Rakyat butuh menteri yang 100% fokus pada kedaulatan laut dan keselamatan pegawainya, bukan menteri yang merangkap sebagai pemain bursa saham di sektor ekstraktif. Kami menuntut transparansi total atas seluruh aset pejabat tinggi agar tidak ada "agenda tersembunyi" di balik setiap kebijakan publik. LAUT ADALAH MASA DEPAN KITA, JANGAN JADIKAN SEBAGAI ALAT TUKAR UNTUK KEPENTINGAN SAHAM PRIBADI!
Team Investigasi Lapangan Toni
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: INNALILLAHI! INDONESIA BERDUKA: VIDI ALDIANO BERPULANG SORE INI USAI PERJUANGAN PANJANG LAWAN KANKER—RADAR INDOMOSAD: SELAMAT JALAN SANG INSPIRATOR, SENYUMMU ABADI DALAM KARYA!