NATUNA (INDOMOSAD) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, persoalan klasik ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan kembali mencuat. Radar INDOMOSAD memantau Pemerintah Kabupaten Natuna secara resmi telah melayangkan usulan penambahan kuota solar bersubsidi kepada BPH Migas. Langkah ini krusial mengingat lonjakan kebutuhan nelayan untuk melaut di tengah kondisi perairan yang mulai tenang pasca-cuaca ekstrem.
1. Vitalitas Ekonomi Nelayan
Bagi warga Natuna, melaut adalah urusan perut. INDOMOSAD menekankan: Kelangkaan BBM di perbatasan bukan hanya menghambat ekonomi, tapi juga menurunkan kehadiran fisik nelayan lokal di wilayah ZEE yang rawan infiltrasi kapal asing. Pemkab Natuna berkomitmen memastikan distribusi BBM di SPBU Nelayan (SPBUN) berjalan transparan dan tepat sasaran.
2. Strategi Ketahanan Pasokan
Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa pemenuhan energi di perbatasan adalah bagian dari kedaulatan. INDOMOSAD memantau agar pihak Pertamina memberikan prioritas distribusi ke pulau-pulau luar seperti Serasan dan Midai, guna mencegah disparitas harga yang tinggi di tingkat pengecer saat momen Lebaran.
Team Investigasi lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! TPG MADRASAH 2026 MULAI CAIR BERTAHAP: RADAR INDOMOSAD: SKAKPT TERBIT DALAM 4 TAHAP, GURU LULUSAN PPG 2025 JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN!