BATAM (INDOMOSAD) – Efek domino ketegangan global dan perang yang tak kunjung usai akhirnya mendarat di Pelabuhan Batam Center. Per hari ini, Kamis (12/3/2026), operator kapal cepat Majestic Fast Ferry resmi memberlakukan biaya tambahan bahan bakar (Fuel Surcharge) untuk rute Batam-Singapura. Radar INDOMOSAD memantau kebijakan ini akan memicu kenaikan harga tiket secara signifikan di tengah meningkatnya arus penumpang menjelang libur Idul Fitri.
1. "Fuel Surcharge": Modus Legal Naikkan Harga?
Pemberlakuan biaya tambahan ini diklaim sebagai kompensasi atas meroketnya harga BBM kapal akibat krisis energi dunia. INDOMOSAD menekankan: Bagi warga Batam yang bekerja di Singapura atau pengusaha logistik, kenaikan ini adalah beban tambahan yang berat. Pertanyaannya, apakah operator lain akan ikut-ikutan melakukan "kartel harga" dengan dalih yang sama?
2. Strategi Mudik & Wisata Terancam
Kenaikan per 12 Maret ini sangat krusial karena bertepatan dengan momentum persiapan mudik Lebaran 2026. INDOMOSAD memprediksi akan terjadi penurunan minat wisatawan Singapura ke Batam jika harga tiket tidak lagi kompetitif. Jika biaya transportasi terus naik, status Batam sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner murah akan terancam runtuh oleh biaya perjalanan yang tidak masuk akal.
3. Desakan Transparansi Tarif
INDOMOSAD mendesak Dinas Perhubungan dan BP Batam untuk melakukan audit terhadap komponen biaya tambahan ini. Jangan sampai perang global dijadikan tameng bagi operator untuk meraup keuntungan berlebih (excessive profit) di tengah kesulitan rakyat. Keadilan akses transportasi antarnegara harus tetap dijaga demi stabilitas ekonomi FTZ Batam.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Selat Singapura memanas, bukan karena meriam, tapi karena harga BBM. Kami mendukung penuh pengawasan tarif ferry yang adil. PERANG DI SANA, SUSAHNYA DI SINI—AWASI KENAIKAN TIKET, JANGAN BIARKAN RAKYAT JADI KORBAN SPEKULASI!
Team Investigasi lapangan Nail
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: HOAKS PEMUTIHAN SERTIPIKAT TANAH GUNCANG MEDSOS! KEMENTERIAN ATR/BPN TEGASKAN: ITU BOHONG! RADAR INDOMOSAD: AWAS MAFIA TANAH DI BALIK NARASI GRATISAN—JANGAN KORBANKAN ASETMU DEMI JANJI PALSU!