JAKARTA (INDOMOSAD) – Radar INDOMOSAD menangkap pola distribusi anggaran yang sangat fantastis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengakui adanya aliran dana "Insentif" sebesar Rp 6 Juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Jika dikalkulasi, satu dapur mitra bisa meraup Rp 1,8 Miliar per tahun hanya dari insentif, di luar anggaran bahan baku makanan. Alasan BGN? Karena mitra menanggung risiko investasi dan operasional tanpa APBN di awal. Namun, INDOMOSAD mencium adanya potensi "Outsourcing Kedaulatan Gizi" yang membahayakan uang negara.
1. Logika Insentif yang Tidak Masuk Akal
Pemerintah berdalih insentif diberikan karena mitra membangun dapur sendiri. Namun, angka Rp 6 Juta/hari adalah nilai yang sangat besar untuk sekadar "ganti rugi risiko". Mengapa negara tidak membangun infrastruktur permanen milik rakyat sendiri yang asetnya tetap menjadi milik negara, daripada menyetor uang harian ke pihak swasta yang asetnya tetap milik pribadi?
2. Skema "Cuci Tangan" Risiko
Dadan menyatakan BGN mentransfer seluruh risiko (banjir, kebakaran, kerusakan) ke mitra. Ini adalah pola pikir korporasi, bukan pelayan publik. Gizi nasional adalah tanggung jawab negara. Dengan menyerahkan semuanya ke mitra, negara seolah-olah hanya menjadi "juru bayar" tanpa kontrol penuh atas kualitas dan keberlanjutan fasilitas jangka panjang.
3. Kecepatan vs Akuntabilitas
Alasan pembangunan oleh mitra lebih cepat (2 bulan) dibanding APBN (5 bulan) menunjukkan adanya kegagalan birokrasi internal pemerintah dalam melakukan tender yang efisien. Memilih jalur cepat dengan membayar mahal mitra swasta adalah kompromi anggaran yang harus diaudit. Siapa sebenarnya para "mitra" ini? Apakah ada afiliasi politik di balik penunjukan SPPG di daerah-daerah?
Intel Evidence #01
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Program gizi anak bangsa tidak boleh dijadikan komoditas bisnis untuk memperkaya segelintir mitra dengan kedok "insentif operasional". Jika Rp 6 Juta/hari mengalir ke satu dapur, bayangkan berapa ratus triliun uang rakyat yang berpindah tangan secara harian jika program ini merata secara nasional.
Team Investigasi Lapangan MSD-002
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: EKSEKUTOR DIREKTUR MEDIA DIVONIS SEUMUR HIDUP! HAKIM PANGKALPINANG TAK KASIH AMPUN: PEMBUNUHAN BERENCANA ADALAH GARIS MERAH!