JAKARTA (INDOMOSAD) – Sebuah pemandangan langka terjadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan. Muhammad Arfian, Jaksa dari Kejari Batam yang menangani kasus mega skandal 2 ton sabu, resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Komisi III DPR RI, Rabu (11/3). Radar INDOMOSAD menangkap sinyal kekalahan telak birokrasi kejaksaan setelah pernyataan Arfian di PN Batam yang menuding DPR mengintervensi tuntutan mati terdakwa Fandi Ramadhan berbuntut panjang hingga pemeriksaan oleh Jamwas Kejagung RI.
1. Sanksi Jamwas: Jaksa Muda yang Terpeleset Lidah
Didampingi Kajari Batam, I Wayan Wiradarma, Arfian mengakui dirinya telah dijatuhi hukuman oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). INDOMOSAD menekankan: Ini adalah peringatan keras bagi para penegak hukum di Batam agar tidak arogan dalam persidangan. Menuding lembaga pengawas negara melakukan intervensi saat mereka menjalankan fungsi kontrol adalah blunder fatal yang menghancurkan karir.
2. Paradoks Vonis: 2 Ton Sabu Cuma 5 Tahun?
Publik Batam saat ini sedang mendidih. INDOMOSAD menangkap ketidakadilan yang nyata: Bagaimana mungkin kasus 10 butir ekstasi divonis 6 tahun penjara, sementara Fandi Ramadhan dalam kasus hampir 2 ton sabu di kapal Sea Dragon hanya divonis 5 tahun? Tekanan dari Komisi III dan pengacara kondang Hotman Paris menunjukkan adanya "lubang hitam" dalam penuntutan dan putusan di PN Batam yang harus dibongkar hingga ke akarnya.
3. DPR Bukan Intervensi, Tapi Awasi Rasa Keadilan
Ketua Komisi III, Habiburokhman, menegaskan bahwa DPR memiliki kewajiban memastikan aparat penegak hukum menjalankan fungsinya tanpa menginjak-injak rasa keadilan masyarakat. INDOMOSAD mendukung langkah pengawasan ini guna memastikan dana rakyat di Mahkamah Agung dan Kejaksaan benar-benar digunakan untuk membasmi bandar narkoba, bukan malah melindungi mereka dengan tuntutan yang janggal.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke bandar besar. Kami akan terus memantau setiap sidang narkoba di PN Batam. JAKSA MINTA MAAF ITU BIASA, TAPI KEADILAN YANG MATI ITU BENCANA—BONGKAR MAFIA PERADILAN DI KOTA BATAM!
Team Investigasi lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: SINYAL ISTANA MERDEKA! PRABOWO RANGKUL ULAMA DI BULAN SUCI: PERSATUAN ADALAH SENJATA TERKUAT—RADAR INDOMOSAD: SAAT DUNIA MEMANAS, INDONESIA TEBAR SEJUK DENGAN DIPLOMASI SPIRITUAL!