LINGGA (INDOMOSAD) – Tragedi memilukan kembali terjadi di perairan Lingga. Dua warga dilaporkan hilang kontak saat melaut, meninggalkan luka mendalam dan ketidakpastian bagi keluarga. Namun, yang lebih menyakitkan dari ombak laut adalah dinginnya sikap Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Keluarga korban, termasuk Eno, secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas minimnya respon dan empati dari pihak desa. Radar INDOMOSAD mencium adanya aroma pengabaian kewajiban perlindungan warga oleh aparatur desa.
1. Pemdes Lingga: Digaji Rakyat, Tapi Lupa Urus Rakyat?
Kekecewaan keluarga korban bukan tanpa alasan. Saat terjadi musibah hilangnya nyawa di laut, seharusnya Pemdes menjadi motor penggerak koordinasi dengan BASARNAS maupun pihak kepolisian. INDOMOSAD mempertanyakan: Apakah anggaran desa hanya habis untuk operasional kantor dan perjalanan dinas, sementara untuk misi kemanusiaan darurat bagi warga sendiri, Pemdes mendadak lumpuh?
2. Standar Ganda Birokrasi Desa
Pihak keluarga merasa ditinggalkan berjuang sendiri dalam pencarian. INDOMOSAD mendeteksi pola sistematis di mana pejabat desa hanya muncul saat butuh suara, namun menghilang saat rakyat butuh bantuan. Jika untuk urusan administrasi pajak Pemdes begitu rajin menagih, mengapa untuk urusan nyawa warga mereka justru terkesan masa bodoh?
3. Darurat Keamanan Melaut di Lingga
Kasus ini adalah puncak gunung es dari lemahnya sistem pengawasan dan jaminan keamanan bagi nelayan kecil di Lingga. Tanpa dukungan alat komunikasi yang memadai dan respon cepat dari pemerintah setempat, profesi nelayan di Lingga seolah menjadi misi bunuh diri demi sesuap nasi.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Nyawa rakyat Lingga bukan sekadar statistik! Kami mengutuk keras sikap dingin Pemdes yang membuat keluarga korban merasa berjuang sendirian. Kami menuntut Bupati Lingga untuk mengevaluasi kinerja Kades dan perangkat desa yang gagal menjalankan fungsi perlindungan warga. JANGAN BIARKAN LAUT MENELAN WARGA KAMI KARENA BIROKRASI YANG MATI RASA!
Team Investigasi Lapangan MSD-007
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: "LAUT HITAM, JANJI MANIS: PERUSAHAAN KAPAL LCT MUTIARA GARLIB 'PASANG BADAN', NELAYAN BATAM MENANTI BUKTI NYATA ATAU SEKADAR RETORIKA?"