JAKARTA, INDOMOSAD – Merespons eskalasi situasi darurat yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan menginstruksikan operasi evakuasi skala masif. Fokus utama radar penyelamatan saat ini tertuju pada Kota Bitung, Kota Ternate, serta wilayah kepulauan di Pulau Batang Dua.
​Sejak pagi hari, Kepala Negara dilaporkan telah menerima transmisi laporan awal dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tanpa menunda waktu, instruksi langsung diturunkan untuk menggelar langkah tanggap darurat demi mengamankan warga yang berada di zona bahaya.
​
Intel Evidence #01
​MOBILISASI TOTAL LINTAS SEKTOR
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa Presiden memantau ketat pergerakan situasi sejak dini hari guna memastikan rantai komando dan koordinasi lintas lembaga berjalan tanpa hambatan (zero delay).
​Menindaklanjuti perintah tersebut, infiltrasi personel gabungan langsung dilakukan. Unsur dari BNPB, TNI, Polri, serta pemerintah daerah telah menyisir lokasi terdampak untuk melakukan ekstraksi dan evakuasi warga. Otoritas juga memperingatkan warga sipil untuk tetap berada di posko aman dan tidak kembali ke area terdampak sebelum ada lampu hijau dari tim ahli.
​
Intel Evidence #02
​ANALISIS STRATEGIS INDOMOSAD:
Perintah langsung dari Presiden menunjukkan bahwa eskalasi di Bitung dan Batang Dua memerlukan penanganan dengan prioritas militer (military-grade precision). Batang Dua, sebagai wilayah kepulauan yang cukup terisolasi di Maluku Utara, menjadi tantangan logistik tersendiri. Kecepatan mobilisasi alutsista angkut dari TNI AL dan TNI AU akan sangat menentukan keberhasilan evakuasi warga di pulau terluar tersebut sebelum cuaca atau kondisi memburuk.
​© INDOMOSAD 2026 - Rapid Response, Unyielding Sovereignty.
Team Investigasi Lapangan Nail
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: PRABOWO RECOCOK FORMASI: DUDUNG PEGANG KENDALI KSP, JUMHUR HIDAYAT JADI GARDA LINGKUNGAN—SINYAL KERAS UNTUK MAFIA POLUSI?