BATAM (INDOMOSAD) – Gerbang laut tersibuk di perbatasan Indonesia kini dalam pengawasan ekstra ketat. Radar INDOMOSAD menangkap pergerakan masif Pangkalan PLP Kelas II Tanjunguban yang mengerahkan 9 unit kapal negara dan 2 kapal cepat khusus untuk mengamankan perairan Batam dan sekitarnya. Operasi ini bertujuan memastikan keselamatan pelayaran serta mencegah masuknya barang ilegal di tengah tingginya frekuensi kapal menjelang lebaran.
1. Penyekatan Jalur Ilegal
KN Sarotama P.112 ditunjuk sebagai ujung tombak pengawasan di perairan Batam. INDOMOSAD memantau agar patroli gabungan ini tidak hanya fokus pada keselamatan penumpang mudik, tetapi juga menutup celah penyelundupan dan PMI non-prosedural di jalur-jalur tikus perbatasan.
2. Sinergi dengan Otoritas Singapura
Mengingat posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Selat Singapura, koordinasi lintas negara diperkuat. INDOMOSAD menegaskan: Keamanan maritim adalah fondasi stabilitas FTZ. Dengan 113 personel yang disiagakan, diharapkan tidak ada ruang bagi aktivitas ilegal yang dapat mengganggu citra keamanan perairan internasional kita.
Team Investigasi lapangan Ayra
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: 10 BUTIR EKSTASI, 6 TAHUN PENJARA! VONIS PN BATAM TERHADAP AMIROH SINTAWATI PICU DEBAT PUBLIK: RADAR INDOMOSAD: DENDA RP1 MILIAR MEMAYUNGI NASIB TERDAKWA, DIMANA BATAS PROPORSI KEADILAN?