[BATAM CENTER] — Radar INDOMOSAD menangkap sinyal pergerakan politik agraria yang kuat di pusat Kota Batam sore ini. Tokoh vokal Kepulauan Riau, Taba Iskandar, secara tegas menyuarakan desakan agar lahan-lahan non-komersial, area pemukiman warga, serta Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) dibebaskan dari beban Uang Wajib Tahunan (UWT).
Berbicara di kawasan Batam Center pada Selasa (31/03/2026), Taba menekankan bahwa pengelolaan lahan-lahan yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak tersebut sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah untuk dikelola demi kepentingan masyarakat, bukan diperlakukan layaknya komoditas bisnis.
Intel Evidence #01
"Kalau di Batam untuk lahan-lahan non komersil, pemukiman, Fasos, Fasum, berikanlah kepada masyarakat agar pemerintah daerah yang mengelolanya," ujar Taba Iskandar dalam kutipan yang berhasil disadap tim monitoring lapangan.
Selama ini, status Batam sebagai kawasan khusus di bawah BP Batam membuat hampir seluruh jengkal tanah dikenakan tarif UWT. Hal ini sering kali menimbulkan benturan ketika masyarakat atau pemerintah kota ingin membangun fasilitas publik non-profit namun terganjal regulasi sewa lahan yang mahal.
Intel Evidence #02
INDOMOSAD memantau bahwa isu ini berpotensi menjadi gelombang kesadaran publik baru di Batam. Jika desakan ini berhasil menembus pembuat kebijakan di tingkat pusat, hal tersebut akan menjadi kemenangan besar bagi tata ruang sosial Batam dan mengurangi tensi gesekan lahan yang kerap terjadi antara warga dan pemegang alokasi lahan skala besar.
Seluruh elemen intelijen sosial diimbau terus memantau respon dari pihak BP Batam terkait bergulirnya kembali wacana pembebasan UWT untuk pemukiman ini.
Monitor Terus. Sektor Kebijakan Lahan Batam Dalam Status Siaga Narasi.
Team Investigasi Lapangan Ina Landy
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: BATAM GERAH MENYENGAT! SUHU TEMBUS 32°C DENGAN KELEMBAPAN TINGGI, BMKG PERINGATKAN SINYAL EL NINO: RADAR INDOMOSAD: WASPADA HEATSTROKE DAN KRISIS AIR BERSIH DI AMBANG KEMARAU 2026!