BATAM (INDOMOSAD) – Tensi hubungan industrial di Kota Batam memanas. Ketua DPD Persatuan Pemuda Tempatan (PERPAT) Kota Batam, Syaiful Badri Sofyan, secara tegas mendesak DPRD Kota Batam untuk segera memanggil manajemen PT Snepac. Desakan ini dipicu oleh dugaan PHK sepihak terhadap 20 karyawan yang dilakukan tepat setelah mereka melaksanakan Sholat Jumat.
⚓ Kronologi Infiltrasi: PHK di Hari Jumat
Laporan yang masuk ke meja redaksi INDOMOSAD menunjukkan pola pemberhentian yang dinilai tidak etis oleh aktivis perburuhan:
Kejadian: Jumat lalu, sebanyak 20 pekerja dilaporkan mendapatkan surat pemutusan hubungan kerja sesaat setelah kembali dari masjid.
Alasan Perusahaan: Belum ada rilis resmi dari pihak PT Snepac, namun PERPAT menilai langkah ini mencederai nilai kemanusiaan dan etika kerja di Batam.
Respon PERPAT: Syaiful Badri menilai tindakan ini sebagai bentuk arogansi perusahaan yang abai terhadap prosedur hukum ketenagakerjaan dan norma sosial.
🛡️ Tuntutan Taktis: Panggil dan Audit!
PERPAT Batam meminta Komisi IV DPRD Kota Batam untuk tidak tinggal diam dan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Audit Kepatuhan: Memastikan apakah PT Snepac telah memenuhi hak-hak normatif pekerja sesuai UU Cipta Kerja.
Klarifikasi Etika: Menuntut penjelasan mengapa proses PHK dilakukan secara mendadak dan di waktu yang dinilai sensitif.
Sanksi: Jika ditemukan pelanggaran, PERPAT mendesak pemerintah kota untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang beroperasi di wilayah FTZ tersebut.
📡 ANALISIS KRITIS
Secara hukum, perusahaan memang memiliki hak melakukan efisiensi, namun secara psikologi industri, melakukan PHK massal tepat setelah ibadah adalah langkah "bunuh diri" reputasi.
"Ini bukan cuma soal uang pesangon, tapi soal martabat. Batam adalah kota yang menjunjung tinggi nilai religi dan sosial. Melakukan PHK di hari Jumat setelah ibadah adalah provokasi terhadap stabilitas ketenangan pekerja," lapor analis sosial INDOMOSAD. Jika DPRD lambat merespon, isu ini berpotensi menjadi bola salju gerakan massa di depan gerbang perusahaan.
Team Investigasi Lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: HUNIAN TETAP TANJUNG BANON TEMBUS 85%, RAKSASA KACA XINYI MULAI INFILTRASI KONSTRUKSI FISIK!