JAKARTA (INDOMOSAD) – Aura ketegangan menyelimuti pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran pimpinan Danantara. Meskipun laporan menunjukkan lonjakan Return on Assets (RoA) yang fantastis hingga 300%, Presiden justru mengeluarkan peringatan yang menggetarkan. Radar INDOMOSAD menangkap sinyal ketegasan tingkat tinggi: Prabowo tidak butuh angka manis di atas kertas jika itu hasil manipulasi atau praktik akuntansi kreatif.
1. Peringatan Keras: "Jangan Main-Main dengan Saya!"
Di tengah performa Danantara yang mulai menyalap Temasek dan GIC, Prabowo menekankan pentingnya kejujuran data. "Jangan buat laporan palsu," tegasnya. INDOMOSAD memandang ini sebagai sindiran telak bagi manajemen BUMN terdahulu yang seringkali menutupi kerugian dengan narasi keberhasilan semu. Presiden ingin memastikan bahwa aset bangsa yang dikelola Danantara benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan sekadar angka gimmick.
2. Bongkar Borok Pengelolaan Ugal-Ugalan
Efisiensi yang dicapai Danantara dalam waktu singkat membuktikan satu hal: selama ini banyak aset negara yang "bocor" akibat pengelolaan yang tidak profesional atau sengaja disabotase oleh kepentingan kelompok. INDOMOSAD mendukung langkah audit investigatif yang kini menjadi budaya baru di bawah komando Prabowo. Rakyat bosan melihat BUMN disuntik PMN triliunan rupiah tapi tetap merugi.
3. Danantara Sebagai Sapu Pembersih
Dengan status sebagai Superholding, Danantara memiliki mandat untuk membersihkan benalu-benalu ekonomi di tubuh perusahaan plat merah. Peringatan Prabowo adalah "lampu kuning" bagi siapa pun yang masih mencoba bermain di area abu-abu. INDOMOSAD akan terus memantau: Apakah RoA 300% ini akan stabil atau justru akan membongkar lebih banyak oknum yang selama ini "makan kenyang" dari kerugian negara.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Presiden sudah menarik garis pasir. Integritas adalah mata uang utama dalam kabinet baru ini. LAPORAN BENAR, NEGARA MAKMUR—LAPORAN PALSU, SIAP-SIAP MASUK BUI!
Team Investigasi lapangan Ifa
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: EKSKLUSIF: BOCORAN LOGISTIK SPPG, INSENTIF RP 6 JUTA PER HARI CAIR TANPA LIBUR – TOTAL RP 1,8 MILIAR PER TAHUN?