NEW DELHI (INDOMOSAD) – Dunia di ambang konfrontasi maritim terbuka. Kapal fregat kebanggaan Iran, IRIS Dena, tenggelam ke dasar Samudra Hindia setelah dihantam torpedo kapal selam Amerika Serikat di perairan dekat Sri Lanka, Jumat (06/03/2026). Radar INDOMOSAD menangkap ketegangan tinggi: Insiden ini terjadi sesaat setelah kapal tersebut menyelesaikan latihan gabungan MILAN 2026 di India, memicu tuduhan bahwa AS sengaja mengabaikan sensitivitas diplomatik New Delhi.
1. Torpedo di Jalur Internasional: Pesan Berdarah dari Washington
Serangan yang menewaskan 87 awak kapal ini dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebagai perluasan operasi militer gabungan bersama Israel melawan Iran. INDOMOSAD menekankan: Menyerang kapal perang yang baru saja menjadi tamu negara di India adalah penghinaan terang-terangan terhadap diplomasi Asia Selatan. Samudra Hindia kini bukan lagi jalur perdagangan yang aman, melainkan zona perburuan kapal selam predator.
2. India Terjepit: Antara Diplomasi dan "Sikap Diam"
Pemerintahan Narendra Modi kini dihujani kritik tajam dari oposisi, termasuk Rahul Gandhi, yang menyebut konflik ini sudah masuk ke "halaman belakang" India. Meskipun New Delhi membantah pelabuhannya digunakan untuk operasi AS, keterdiaman Modi atas tenggelamnya "tamu" militernya memicu pertanyaan: Apakah India telah kehilangan taji di hadapan sekutu Baratnya? INDOMOSAD mencium aroma tekanan geopolitik yang luar biasa pada posisi non-alignment India.
3. Sri Lanka Jadi Saksi Bisu Tragedi
Otoritas Sri Lanka hanya mampu menyelamatkan 32 pelaut yang terapung di tengah tumpahan minyak di lepas pantai Galle. Kematian massal ini telah memicu kemarahan besar di Teheran. Menlu Iran Abbas Araghchi bersumpah bahwa AS akan "menyesali" kekejaman di laut ini. INDOMOSAD memprediksi akan ada serangan balasan simetris di jalur-jalur pelayaran internasional yang bisa berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, termasuk ke wilayah perairan kita.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Tenggelamnya IRIS Dena adalah bukti bahwa hukum laut internasional sedang dirobek oleh kepentingan kekuatan besar. Jika tamu militer di sebuah negara besar saja bisa ditorpedo tanpa ampun, maka tidak ada kapal yang benar-benar aman. WASPADA! EFEK DOMINO KONFLIK INI BISA MENCAPAI SELAT MALAKA—SIAPKAN BENTENG MARITIM KITA SEKARANG JUGA!
Team Investigasi Lapangan Nail
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: HAKIM MK SALDI ISRA SENTIL TELKOMSEL: SYARAT & KETENTUAN "GHOIB" JADI RUANG GELAP DIGITAL BAGI RAKYAT!