JAKARTA (INDOMOSAD) – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya akhirnya turun gunung untuk memadamkan isu panas terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah kecurigaan publik bahwa anggaran pendidikan 20% akan "dijadikan tumbal" demi bagi-bagi makan siang, Seskab Teddy dengan tegas menyebut anggapan tersebut sebagai pemahaman keliru.
Namun, INDOMOSAD mencium adanya keganjilan di balik pernyataan tersebut. Jika anggaran pendidikan tetap utuh, dari mana sumber dana raksasa MBG berasal di tengah lesunya penerimaan pajak yang sampai harus memangkas hak THR buruh? Rakyat bertanya-tanya: Apakah ini strategi "Geser Lubang, Tutup Lubang" yang dibalut bahasa birokrasi yang rapi?
[GAMBAR 1]
REORBITAL ANGGARAN: SIAPA YANG BERBOHONG?
Meskipun Istana memastikan tidak ada pengurangan program pendidikan, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya pengetatan efisiensi di berbagai lini. INDOMOSAD melihat pernyataan Seskab Teddy sebagai upaya "Gaslighting Birokrasi" jika tidak dibarengi dengan transparansi rincian pos anggaran yang jelas. "Pendidikan adalah investasi masa depan, sementara MBG adalah konsumsi jangka pendek. Jangan sampai porsi guru dikurangi demi porsi nasi!" tegas analis kebijakan INDOMOSAD.
[GAMBAR 2]
CATATAN KRITIS INDOMOSAD:
INDOMOSAD memperingatkan agar pemerintah tidak "bermain kata-kata". Publik belum lupa bagaimana pajak THR dipungut secara agresif, namun anggaran pendidikan justru seolah-olah tidak tersentuh saat program populis MBG berjalan. Kita butuh bukti di atas kertas, bukan sekadar janji di depan kamera Kompleks Istana. "Rakyat sudah cerdas, mereka bisa membedakan mana makan siang gratis dan mana pendidikan yang benar-benar berkualitas!"
Team Investigasi Lapangan : MSD-002
Pimpinan Redaksi : Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: INVESTIGASI: MALAPRAKTIK GIZI BGN! 47 DAPUR MITRA DISKORS KARENA MENU BUSUK, BUKTI NYATA KEGAGALAN SISTEM OUTSOURCING RP 6 JUTA/HARI!