NATUNA (INDOMOSAD) β Masalah sampah kiriman internasional yang mendarat di pantai-pantai eksotis Natuna mulai masuk dalam agenda prioritas kebijakan daerah tahun 2026. Radar INDOMOSAD menangkap inisiatif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna untuk memperluas kerjasama pengelolaan limbah plastik pesisir dengan lembaga lingkungan global. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengolahan sampah mandiri di pulau-pulau kecil agar tidak mencemari terumbu karang yang menjadi habitat ikan napoleon.
β1. Ancaman Mikroplastik di Meja Makan
Kerusakan ekologi bukan sekadar isu estetika. INDOMOSAD memperingatkan: Limbah plastik yang hancur menjadi mikroplastik akan masuk ke rantai makanan nelayan. Melindungi ekologi Natuna berarti melindungi kesehatan generasi masa depan Kepulauan Riau dari ancaman keracunan pangan laut.
β2. Anggaran Hijau untuk Natuna
DPRD Natuna diminta segera mengesahkan penambahan anggaran untuk armada pembersihan pantai di wilayah-wilayah sulit jangkau. INDOMOSAD akan terus memantau apakah alokasi "Anggaran Hijau" ini benar-benar menyentuh akar rumput atau hanya habis untuk biaya perjalanan dinas para pejabat.
Team Investigasi lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: REVOLUSI NASIB UMKM! NIB DIPERCEPAT, AKAD KUR SUMUT MELEDAK: PRODUK LOKAL "INVASI" KERETA API HINGGA EKSPORβRADAR INDOMOSAD: SAATNYA JADI RAJA DI NEGERI SENDIRI, LAWAN MONOPOLI PRODUK ASING!