JAKARTA (INDOMOSAD) – Radar INDOMOSAD menangkap borok besar di jantung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar konspirasi busur antara pejabat intelijen Bea Cukai dengan PT Blueray (PT BR) yang sengaja memanipulasi sistem pemindaian jalur merah untuk meloloskan barang ilegal ke pasar Indonesia.
Orlando Hamonangan (ORL) dan Sisprian Subiaksono (SIS), dua petinggi intelijen penindakan, diduga menjadi "arsitek" di balik pelonggaran parameter pemeriksaan fisik. Modusnya sangat rapi dan teknis: memanipulasi rule set mesin targeting hingga angka 70% agar barang milik PT BR lolos dari deteksi fisik.
Intel Evidence #01
1. Pengkhianatan Intelijen Negara
Sangat ironis ketika pejabat yang seharusnya menjadi "mata dan telinga" negara untuk mencegah barang ilegal justru menjadi orang yang menutup mata sistem. Dengan memanipulasi mesin targeting, mereka secara sadar membiarkan barang palsu, KW, dan barang tanpa izin masuk ke Tanah Air. Ini adalah pengkhianatan terhadap industri lokal yang jujur.
2. Manipulasi Sistem "Jalur Merah"
Jalur merah yang seharusnya menjadi filter ketat bagi barang berisiko tinggi diubah menjadi "karpet merah" bagi penyuap. Sitaan barang bukti senilai Rp 45,69 Miliar dari 3 safe house menunjukkan betapa masifnya nilai "pelicin" yang berputar di lingkaran setan ini.
3. Dampak Ekonomi yang Mematikan
Berapa triliun kerugian negara akibat barang-barang ini tidak membayar pajak semestinya? Berapa banyak UMKM lokal yang gulung tikar karena dihantam barang impor ilegal yang masuk lewat "pintu belakang" yang dibukakan oleh oknum pejabat ini?
Intel Evidence #02
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Bersih-bersih di Bea Cukai jangan hanya sekadar jargon seremonial. Jika mesin pemindai saja bisa "dijinakkan" oleh penguasa sistem, maka tidak ada lagi jaminan keamanan barang yang masuk ke meja makan rakyat. Pecat dan miskinkan para pengkhianat kedaulatan ekonomi ini!
Team Invetasi Lapangan MSD-002
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: PAPUA BARAT "TAK LAGI TERTINGGAL"! KEMENDES PDT DORONG 185 DESA TEMATIK: DARI DESA EKSPOR HINGGA PILOT PROJECT WISATA—MANDACAN & YANDRI SIAPKAN LOMPATAN BESAR DARI TIMUR!