BATAM (INDOMOSAD) – Gempa hukum mengguncang Batam. Dua WNA asal Thailand, aktor di balik penyelundupan 2 ton sabu yang tertangkap di perairan Kepulauan Riau, secara mengejutkan lolos dari jeratan vonis mati. Radar INDOMOSAD menangkap sinyal kekecewaan publik yang luar biasa; bagaimana mungkin barang bukti sebesar itu, yang mampu merusak jutaan nyawa, hanya diganjar hukuman seumur hidup? Apakah hukum kita sedang menunjukkan sisi "ramah" pada bandar internasional?
1. 2 Ton Sabu: Rekor yang Berujung Antiklimaks
Penangkapan 2 ton sabu adalah prestasi besar aparat, namun putusan pengadilan ini menjadi antiklimaks yang menyakitkan. INDOMOSAD menekankan: Vonis ini mengirimkan sinyal berbahaya bagi sindikat narkoba global bahwa Indonesia—khususnya Batam—adalah wilayah yang "aman" untuk bertaruh. Jika 2 ton saja tidak berujung pada hukuman maksimal, lalu berapa ton lagi yang harus masuk agar hukum bertindak tegas?
2. Rasionalitas Hakim Dipertanyakan
Hakim memutuskan hukuman seumur hidup dengan berbagai pertimbangan. Namun, INDOMOSAD mencium adanya aroma ketidakadilan bagi rasa aman masyarakat. Kita menuntut transparansi: Apa yang menjadi dasar meringankan bagi penyelundup skala monster ini? Apakah ada intervensi ataukah ini murni kegagalan jaksa dalam menyajikan tuntutan yang tak terbantahkan?
3. Batam: Pintu Masuk atau Tempat Cuci Dosa?
Sebagai wilayah perbatasan, Batam seharusnya menjadi benteng paling keras terhadap narkotika. Dengan vonis yang "lembek", Batam berisiko tetap menjadi pintu masuk utama sindikat narkoba internasional. INDOMOSAD mendesak Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung untuk memeriksa kembali rekam jejak putusan ini. Jangan sampai meja hijau justru menjadi tempat "transaksi" kepentingan di atas penderitaan korban narkoba.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Narkoba adalah penjajahan gaya baru. Meloloskan bandar besar dari hukuman maksimal adalah bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan bangsa. Kami mendukung upaya banding untuk memastikan hukuman mati tetap menjadi bayang-bayang bagi siapa saja yang berani meracuni tanah air kita. ADILI DENGAN TEGAS, ATAU BIARKAN RAKYAT YANG MENILAI KEBOBROKAN SISTEM INI!
Team Investigasi lapangan Ina Landy
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: HARGA CABAI & DAGING DI BATAM "MENCEKIK" JELANG LEBARAN 1447 H! RADAR INDOMOSAD: PEMKO KLAIM STOK AMAN, TAPI RAKYAT MENJERIT DI PASAR—JANGAN SAMPAI SATGAS PANGAN CUMA JADI MACAN KERTAS!