JAKARTA (INDOMOSAD) – Benteng pertahanan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) jebol sore ini, Jumat 10 April 2026. Dalam manuver hukum yang mengejutkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta melakukan penggeledahan besar-besaran di jantung kementerian tersebut. Menanggapi infiltrasi ini, Menteri PU Dody Hanggodo melakukan langkah drastis: bersumpah atas nama Tuhan dan membuka seluruh akses ruangan bagi penyidik.
⚓ Sumpah di Atas Mimbar: "Saya Tak Tahu!"
Dalam jumpa pers yang berlangsung tegang, Menteri Dody berulang kali menegaskan ketidaktahuannya terkait perkara yang melilit kementeriannya. Perkara ini disinyalir berkaitan dengan penggunaan anggaran APBN tahun 2023 dan 2024—periode sebelum ia menjabat di Kabinet Merah Putih.
"Enggak, benar-benar enggak tahu, sumpah demi Allah, saya enggak tahu. Barang ini sudah 'nyebrang' ke tempat lain, jadi bukan ranahnya kami lagi," tegas Dody guna menghindari tuduhan obstruction of justice.
🛡️ Infiltrasi Kejati DKI: 16 Item Disita
Radar INDOMOSAD mencatat bahwa tim penyidik tidak hanya menyisir ruangan staf, tetapi juga merangsek masuk ke ruang kerja Menteri Dody dan Wakil Menteri Diana Kusumastuti. Hasil dari operasi penggeledahan tersebut menghasilkan rampasan bukti berupa:
16 Item Strategis: Mayoritas berupa dokumen kontrak dan laporan keuangan.
Hardware: Satu unit komputer dan tumpukan print out digital.
Epicenter: Dokumen paling banyak disita dari Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Sumber Daya Air (SDA).
📡 Jalur Komando: Izin Langsung dari Presiden Prabowo
Dody mengungkapkan bahwa ia tidak berani mengambil keputusan sendiri saat penyidik hendak memasuki ruang kerjanya. Ia melaporkan langsung situasi ini kepada Presiden Prabowo Subianto guna mendapatkan lampu hijau. Restu dari Istana ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan memberikan perlindungan bagi oknum di dalam kementerian yang mencoba bermain dengan uang rakyat.
🚩 Analisis Strategis Indomosad: Pembersihan "Warisan" Lama
Langkah Menteri Dody yang bersumpah dan membuka pintu selebar-lebarnya adalah taktik "Clean Slate" (Lembaran Bersih). Dengan membiarkan Kejati membongkar data 2023-2024, Dody sedang melakukan cuci gudang terhadap potensi "bom waktu" birokrasi yang ditinggalkan pendahulunya.
"Ini adalah pesan keras bagi para makelar proyek di sektor infrastruktur: Era proteksi internal telah berakhir. Siapa yang menanam di 2023, harus siap memanen badai hukum di 2026," lapor tim investigasi INDOMOSAD.
Team Investigasi Lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: BALI DARURAT PENYEKAPAN WNA: POLRESTA DENPASAR GEREBEK MARKAS OPERATOR SCAM DI KEDONGANAN—DIPLOMASI FILIPINA JADI KUNCI!