BATAM (INDOMOSAD) β Kabar duka bagi para pejuang nafkah di seluruh penjuru negeri. Di tengah euforia menyambut hari kemenangan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memastikan bahwa THR 2026 adalah objek pajak PPh Pasal 21. Menggunakan mekanisme TER (Tarif Efektif Rata-rata), potongan pajak dipastikan akan melonjak drastis saat gaji dan THR digabungkan.
Radar INDOMOSAD mendeteksi adanya ketimpangan rasa keadilan: Saat rakyat dipaksa patuh pada tarif 0-35 persen, isu gaya hidup mewah oknum pejabat pajak masih segar dalam ingatan. Apakah THR rakyat hanya dijadikan "bensin" untuk operasional birokrasi yang gemuk?
1. Mekanisme TER: Jebakan Batman Bagi Pekerja?
Dengan penggabungan gaji bruto dan THR, tarif pajak efektif (TER) otomatis merangkak naik ke kategori yang lebih tinggi. Simulasi INDOMOSAD menunjukkan selisih potongan pajak bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pekerja yang berharap THR bisa menutupi kebutuhan mudik dan zakat, justru harus rela "berbagi" dengan negara tanpa pilihan.
2. H-7 Lebaran: Antara Kewajiban Perusahaan dan Serapan Pajak
Menteri Ketenagakerjaan mengancam sanksi bagi perusahaan yang mangkir bayar THR. Namun, di sisi lain, Kementerian Keuangan sudah bersiap dengan "keranjang" pajaknya. INDOMOSAD melihat fenomena ini sebagai Double Pressure: Perusahaan ditekan aturan, buruh diperas pungutan.
3. Geopolitik & Serapan Pajak: Rakyat Jadi Tumbal?
Di saat geopolitik global tak menentu dan IHSG bergejolak, pemerintah seolah tak punya pilihan selain mengejar target pajak dari sektor konsumsi dan penghasilan tambahan rakyat kecil. Mengapa insentif pajak lebih mudah diberikan kepada korporasi besar (Tax Holiday), sementara THR buruh pabrik dikuliti tanpa ampun?
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
THR adalah hak normatif untuk merayakan hari keagamaan, bukan ladang baru untuk menutup defisit anggaran. Kami menuntut transparansi penggunaan uang pajak THR ini. Jangan sampai uang yang dipotong dari kebahagiaan lebaran rakyat justru menguap dalam skandal-skandal korupsi baru. SUARA BURUH ADALAH ALARM PERLAWANAN!
Team Investigasi Lapangan MSD-002
Pimpinan Redaksi : Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: TEHERAN BERSUARA! DUTA BESAR IRAN BANTAH TUTUP SELAT HORMUZ: "KAMI ADALAH PENJAGA LALU LINTAS GLOBAL, BUKAN PROVOKATOR PERANG"βTUDUHAN BARAT HANYA ISAPAN JEMPOL!