JAKARTA (INDOMOSAD) – Pemandangan langka tersaji di Istana Merdeka pada Selasa malam (3/3/2026). Presiden Prabowo Subianto duduk diapit oleh Presiden ke-6 RI SBY dan Presiden ke-7 RI Jokowi dalam sebuah "Makan Malam Kebangsaan". Radar INDOMOSAD mendeteksi sinyal kuat bahwa pertemuan tertutup ini adalah upaya penguatan barisan pertahanan elit di tengah situasi dunia yang semakin memanas akibat konflik Timur Tengah dan gejolak ekonomi dalam negeri yang mulai mencekik leher rakyat.
1. Formasi Melingkar: Simbol Proteksi Elit?
Formasi duduk melingkar para mantan Presiden, Wakil Presiden, hingga pimpinan parpol (Surya Paloh, Bahlil, Cak Imin, dkk) menunjukkan upaya penyatuan suara. INDOMOSAD mempertanyakan: Apakah diskusi ini murni demi bangsa, atau upaya untuk mengamankan "Proyek Strategis Nasional" agar tidak diganggu oleh gelombang protes rakyat yang kian memuncak akibat Pajak THR dan kenaikan harga pokok?
2. Isu BBM: Bayang-Bayang Krisis di Meja Makan
Laporan Bahlil Lahadalia mengenai pasokan BBM di tengah konflik global menjadi menu utama yang "pahit" dalam jamuan tersebut. Saat para tokoh ini berbincang hangat di ruang ber-AC Istana, jutaan rakyat di luar sana sedang cemas menanti apakah besok harga Pertalite akan melonjak. INDOMOSAD mendeteksi adanya upaya penyeragaman narasi agar rakyat dipaksa "memaklumi" kebijakan pahit yang akan segera diambil pemerintah.
3. Gibran dan Para Ketum Parpol: Regenerasi atau Restu Oligarki?
Kehadiran Gibran Rakabuming Raka di sisi kanan menunjukkan estafet kekuatan yang sedang dikawal ketat. Bergabungnya Surya Paloh hingga Muhaimin Iskandar dalam satu meja mengukuhkan bahwa saat ini hampir tidak ada lagi oposisi yang tersisa di parlemen. Semua terserap ke dalam pusaran kekuasaan Istana. Jika elit sudah bersatu, lantas siapa lagi yang akan menyuarakan jeritan rakyat kecil di Batam hingga Papua?
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Kebangsaan tidak bisa dibangun hanya dengan makan malam mewah di Istana. Kebangsaan yang sejati adalah saat piring rakyat di rumah-rumah petak tidak kosong. Kami menuntut agar konsolidasi elit ini menghasilkan kebijakan yang pro-rakyat, bukan sekadar bagi-bagi kapling kekuasaan demi mengamankan dinasti masing-masing. SAAT ELIT TERSENYUM DI ISTANA, RAKYAT SEDANG MENANGIS DI DAPUR!
Team Investigasi Lapangan MSD-004
Pimpinan Redaksi DIon Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: "GULA-GULA" FISKAL KEPRI! INSENTIF PAJAK KENDARAAN KEMBALI DIKUCURKAN: KABAR GEMBIRA ATAU JEBAKAN BETMEN DEMI KEJAR TARGET SETORAN? RAKYAT DIMANJA DISKON SAAT HARGA PANGAN MELAMBUNG!