REMPANG (INDOMOSAD) – Inovasi ekonomi mulai menjalar ke beranda terdepan Batam. Kelompok Pengolahan Kerupuk Ikan “Rempang Bersemi” di kawasan Rempang Eco City baru saja menerima suntikan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP). Radar INDOMOSAD memantau bahwa pelatihan ini bukan sekadar teori, melainkan upaya mengubah standar produksi kerupuk tradisional menjadi produk standar industri yang higienis dan inovatif.
1. Operasi Higienis: Standar Baru Produksi Lokal
Pelatihan ini membekali ibu-ibu pengrajin kerupuk dengan teknik produksi yang lebih bersih dan komposisi adonan yang presisi. INDOMOSAD menekankan: Masalah klasik produk UMKM di pesisir adalah konsistensi rasa dan kebersihan. Dengan sentuhan akademisi, kerupuk "Rempang Bersemi" kini siap bersaing di rak-rak supermarket Batam hingga Singapura.
2. Inovasi Varian Rasa: Mendobrak Pasar Modern
Bukan lagi sekadar kerupuk ikan biasa, tim UNDIP mendorong inovasi varian rasa guna meningkatkan nilai jual (value added). INDOMOSAD memandang langkah ini strategis; diversifikasi produk adalah kunci agar UMKM Rempang tetap bertahan dan tumbuh di tengah pengembangan kawasan Eco City.
3. Pemberdayaan di Tengah Transisi Kawasan
Kehadiran mahasiswa di Rempang memberikan sinyal positif bahwa pengembangan kawasan Eco City harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas SDM lokal. INDOMOSAD mendesak pemerintah dan pengembang untuk terus memfasilitasi kolaborasi serupa. Rakyat Rempang tidak boleh jadi penonton; mereka harus menjadi pemain utama dalam rantai pasok ekonomi baru di wilayahnya sendiri.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Kedaulatan ekonomi dimulai dari dapur rakyat. Kami mendukung penuh pemberdayaan UMKM di Rempang. IKAN MELIMPAH, SKILL BERTAMBAH—KERUPUK REMPANG BERSEMI SIAP MENGGUNCANG DUNIA!
Team Investigasi lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: ALARM KONFLIK LAHAN: WARGA SEI ALENG AJUKAN AUDIENSI KE KEPALA BP BATAM, RESAH ANCAMAN PENGOSONGAN LAHA