JAKARTA (INDOMOSAD) – Gelombang massa buruh KSPI kembali membanjiri kantor Kemnaker hari ini (04/03/2026). Radar INDOMOSAD menangkap kemarahan yang meluap bukan hanya karena masalah THR yang tak kunjung cair, tapi karena kebijakan pemerintah yang dinilai "Sakit Jiwa". Di tengah ancaman PHK massal akibat konflik global Iran-AS, pemerintah justru berencana mengimpor 105.000 unit pikap asal India yang bisa mematikan industri otomotif dalam negeri.
1. THR: Hak yang Dipajaki, Kewajiban yang Diabaikan
Sungguh ironis! Pekerja dipaksa patuh pada pajak progresif yang memotong jatah THR mereka, namun pemerintah seolah tak bertaring menghadapi perusahaan nakal yang mencicil atau menunggak THR. INDOMOSAD mempertanyakan: Mengapa THR yang setahun sekali dinikmati buruh harus "dirampok" negara lewat pajak, sementara insentif untuk pengusaha kelas kakap terus mengalir?
2. Impor Mobil India: Belati di Punggung Buruh Lokal
Rencana impor 105.000 unit pikap dari India untuk program Koperasi Desa adalah pengkhianatan nyata terhadap buruh manufaktur Indonesia. Saat Presiden Prabowo menggaungkan kemandirian, bawahannya justru membuka karpet merah untuk produk asing. INDOMOSAD mendeteksi potensi PHK Massal di sektor otomotif lokal jika proyek "Merah Putih" ini ternyata isinya barang impor!
3. Ancaman Perang Global & Kelambanan Pemerintah
Situasi geopolitik Iran vs AS-Israel bukan sekadar berita luar negeri. Efeknya terhadap biaya logistik dan ekspor sudah di depan mata. Buruh mendesak langkah preventif agar PHK tidak dijadikan jalan pintas perusahaan. INDOMOSAD memperingatkan: Jika pemerintah hanya sibuk menerbitkan Surat Edaran (SE) tanpa sanksi tegas, maka Lebaran 2026 akan menjadi Lebaran paling kelabu bagi jutaan buruh Indonesia.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Buruh bukan sapi perah yang bisa ditarik pajaknya tapi dibiarkan mati karena impor. Kami menuntut penghapusan pajak THR sekarang juga dan pembatalan impor pikap India yang mengancam mata pencaharian rakyat! JANGAN SIBUK URUS LOGISTIK PERANG DUNIA, JIKA PERUT BURUH DI NEGERI SENDIRI MASIH DIKEBIRI!
Team Investigasi Lapangan Ifa-MSD-003
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: NYAWA WARGA LINGGA DIUJUNG TANDUK! DUA NELAYAN HILANG KONTAK, KELUARGA ENO MENGGUGAT KETIDAKPEDULIAN PEMDES: DIMANA NURANI PEJABAT DESA SAAT RAKYAT BERTARUH NYAWA DI LAUT?