BATAM (INDOMOSAD) – Teriakan warga Batam mengenai lonjakan harga sembako, khususnya protein hewani (ayam dan ikan), semakin memekakkan telinga. Di saat Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah disibukkan dengan berbagai agenda seremonial dan administrasi WFH, harga-harga di pasar justru "terbang" tak terkendali, meninggalkan daya beli rakyat di titik nadir.
âš“ Realitas Lapangan: Ayam & Ikan Jadi Barang Mewah
Pantauan di Pasar Jodoh, Pasar Botania, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan tren kenaikan yang tidak wajar:
Ayam Potong: Meroket jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pedagang mengeluhkan biaya pakan dan ongkos logistik dari luar daerah yang naik akibat pelemahan Rupiah (Rp16.110).
Ikan Segar: Meskipun Batam adalah wilayah kepulauan, harga ikan justru melonjak akibat berkurangnya pasokan dari nelayan lokal yang terhambat biaya solar dan cuaca ekstrem El Niño.
Sembako Lain: Telur dan cabai mulai mengikuti tren kenaikan, memicu kekhawatiran inflasi daerah yang sulit ditekan jika tidak ada intervensi segera.
📡 ANALISIS KRITIS: (FRAGRANT OFFICES, SMELLY MARKETS)
Unit investigasi INDOMOSAD melihat adanya kontras yang menyakitkan dalam prioritas penggunaan anggaran:
"Sangat ironis melihat kenyataan hari ini. Di satu sisi, kita menemukan dokumen Sewa Pengharum Ruangan BP Batam senilai Rp850 Juta dan Pin Emas Miliaran. Kantor-kantor pemerintahan mungkin sudah 'wangi' dan pejabatnya tampak berkilau, tapi 'bau' inflasi di pasar-pasar tradisional sudah sangat menyengat hidung rakyat.
Pemko Batam dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) seolah kehilangan taji. Jika anggaran miliaran bisa ditemukan untuk hal-hal dekoratif dan fasilitas pimpinan (seperti 'Sedan Apung' di Dompak), mengapa operasi pasar murah dan subsidi logistik pangan sulit dirasakan dampaknya? Rakyat tidak butuh kantor yang wangi, rakyat butuh harga ayam yang terjangkau," lapor unit intelijen ekonomi INDOMOSAD.
Team Investigasi Lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: DI BALIK PANASNYA MEJA DPRD: INTERKONEKSI BATAM-BINTAN, SOLUSI STRATEGIS ATAU "DRAINASE" ENERGI?