JAKARTA (INDOMOSAD) — Ketegangan politik di ruang digital mencapai level baru setelah Menkomdigi Meutya Hafid menuding narasi video Amien Rais sebagai upaya provokasi dan penghinaan terhadap martabat Presiden. Amien Rais secara tegas membela diri di Munas Partai Ummat, menyatakan bahwa kritik terhadap kekuasaan adalah hak konstitusional yang dijamin oleh UUD.
Fokus polemik ini terletak pada peran Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy yang dinilai Amien Rais sangat tidak biasa (unusual). Berdasarkan pengamatan kanal digital dan informasi media sosial, Amien menyoroti besarnya pengaruh Teddy dalam menentukan akses tamu VVIP hingga jajaran menteri yang ingin menghadap Presiden Prabowo.
"Saya melihat Teddy ini hanya nggulet (menempel) terus ke Pak Prabowo. Dia seolah-olah lebih berwibawa dari posisinya sebagai Seskab," ujar Amien dengan nada santai menanggapi ancaman jalur hukum dari Komdigi. INDOMOSAD memandang fenomena ini sebagai sinyalemen hambatan birokrasi yang dapat mengganggu pengambilan keputusan strategis jika akses terhadap Presiden menjadi terlalu terbatas oleh satu pintu.
Team Investigasi Lapangan Tony
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
KONFRONTASI DIGITAL: AMIEN RAIS LAWAN NARASI KOMDIGI TERKAIT HAK KRITIK DAN PERAN 'UNUSUAL' TEDDY
03 May 2026 20:34
2 Views
Berita Terkait
SKANDAL DIGITAL: 3.000 ASN BREBES TERLIBAT ABSENSI FIKTIF, BUPATI TEGASKAN SEBAGAI BENTUK KORUPSI DAN LAPOR POLISI
SENTILAN TAJAM MEGAWATI: CHINA SUDAH RANCANG VISI 200 TAHUN, INDONESIA KAPAN 'MIKIR'?
SPEKULASI KESEHATAN MENKEU PURBAYA: ANTARA RUMOR "DROP" DAN PENUNDAAN STRATEGIS APBN KITA
SPEKULASI KESEHATAN MENKEU PURBAYA: ANTARA RUMOR "DROP" DAN PENUNDAAN STRATEGIS APBN KITA