TANJUNGPINANG (INDOMOSAD) – Radar intelijen INDOMOSAD menangkap sinyal pergeseran kekuasaan yang memuakkan di Kepulauan Riau. Henky Mokhari secara resmi menanggalkan jabatan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri. Alibi resminya? Demi dilantik menjadi anggota KPU Kota Tanjungpinang. Fenomena ini mempertegas bahwa lembaga pengawas penyiaran di Kepri hanya dianggap sebagai "ruang tunggu" atau batu loncatan menuju kursi yang lebih strategis.
1. KPID Kepri: Anak Tiri yang Ditinggalkan?
Keputusan Henky mundurnya menunjukkan bahwa kepemimpinan di KPID Kepri tidak memiliki stabilitas. Bagaimana mungkin seorang Ketua meninggalkan tanggung jawab pengawasan frekuensi publik di tengah jalan hanya karena ada "tawaran" di KPU? INDOMOSAD mempertanyakan: Apakah KPID Kepri selama ini hanya dijadikan alat untuk mempercantik curriculum vitae (CV) demi mengincar jabatan yang memiliki anggaran lebih besar?
2. Integritas KPU Tanjungpinang Dipertanyakan
Masuknya "orang lama" yang hobi berpindah-pindah lembaga ke dalam KPU Tanjungpinang memicu kekhawatiran publik. Apakah integritas pemilu di Tanjungpinang bisa dijamin jika para penyelenggaranya adalah orang-orang yang pragmatis dalam melihat jabatan? INDOMOSAD mengingatkan: KPU adalah jantung demokrasi, bukan tempat bagi mereka yang sekadar haus akan eksistensi birokrasi.
3. Krisis Kepemimpinan di Ujung Tanduk
Mundurnya Henky meninggalkan lubang besar di KPID Kepri. Proses pergantian ketua yang mendadak dipastikan akan mengganggu kinerja pengawasan media di Kepulauan Riau. Publik Kepri jangan mau dibohongi dengan alasan "pengabdian". Jika benar mengabdi, tuntaskan amanah di satu tempat sebelum melirik kursi di tempat lain!
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Rakyat Kepri butuh pejabat yang loyal pada sumpah jabatan, bukan pejabat yang sibuk mencari "zona nyaman" baru setiap ada kesempatan. Kami mendesak DPRD Kepri untuk lebih selektif dalam memilih pimpinan lembaga independen agar kejadian "Ketua Kutu Loncat" ini tidak terulang kembali. JABATAN BUKAN BARANG DAGANGAN, AMANAH BUKAN BATU LONCATAN!
Team Invenstigasi Lapangan MSD-003
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday MSD-001
Baca Juga: SKANDAL "RULE SET 70%": TANGAN KANAN BEA CUKAI JUAL KUNCI GERBANG NEGARA, BARANG ILEGAL MELENGGANG TANPA PERIKSA!