BATAM (INDOMOSAD) – Teriakan warga di wilayah Batu Aji mulai terdengar lantang sore ini akibat sulitnya mendapatkan gas Elpiji 3kg. Radar INDOMOSAD memantau papan "Gas Habis" terpampang di mayoritas pangkalan resmi, memaksa warga berkeliling ke wilayah lain dengan hasil yang nihil. Kondisi ini sangat ironis mengingat Batam adalah jalur utama distribusi energi di Kepulauan Riau.
1. Indikasi Penumpukan di Tingkat Pengecer
Pantauan lapangan INDOMOSAD mendeteksi adanya dugaan "rem darurat" distribusi dari pangkalan ke pengecer kecil. Kami mencium aroma spekulasi harga: Stok sengaja ditahan untuk menciptakan kesan langka guna menaikkan harga eceran di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). INDOMOSAD menegaskan: Disperindag dan Pertamina harus segera melakukan Sidak mendadak malam ini juga!
2. Audit Alokasi Pasca-Lebaran
Apakah kuota untuk Maret sudah terserap habis saat puncak Idulfitri kemarin? Radar INDOMOSAD mendesak transparansi data penyaluran dari agen ke pangkalan. Rakyat berhak tahu apakah kelangkaan ini murni kendala logistik atau ada pengalihan stok ke sektor industri (restoran/hotel) yang secara hukum dilarang menggunakan gas subsidi.
3. Dampak Sosial yang Nyata
Kelangkaan gas adalah ancaman bagi produktivitas UMKM kuliner di Batu Aji. INDOMOSAD memperingatkan: Jika dalam 1x24 jam pasokan tidak dinormalisasi, potensi gejolak sosial di wilayah padat penduduk ini bisa meledak. Jangan biarkan urusan perut rakyat dipermainkan oleh mafia distribusi!
Intel Evidence #01
Team Investigasi Lapangan Ayra
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: PHK USAI IBADAH: PERPAT BATAM "SERUDUK" DPRD, TUNTUT PT SNEPAC JELASKAN NASIB 20 PEKERJA!