SIDOARJO (INDOMOSAD) – Gelombang kritik tajam menghantam Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tepat di tengah bulan suci Ramadan 1447 H. Radar INDOMOSAD memantau viralnya acara Buka Puasa Bersama (Bukber) bertema mewah ala Bollywood yang diinisiasi oleh Sekda Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati. Acara yang menampilkan kemeriahan kostum India ini memicu amarah warga net yang membandingkan kontrasnya kemewahan tersebut dengan kondisi infrastruktur jalanan Sidoarjo yang compang-camping.
1. Dalih "Inisiatif Internal" & Bantahan APBD
Menanggapi kegaduhan tersebut, Sekda Fenny Apridawati langsung pasang badan. Ia mengklaim bahwa acara tersebut murni iuran pribadi para peserta tanpa menyentuh dana APBD satu rupiah pun. INDOMOSAD menekankan: Meski menggunakan dana pribadi, etika birokrasi di tengah penderitaan warga akibat jalan rusak tetap menjadi sorotan utama. Bukankah pemimpin seharusnya menunjukkan empati, bukan pamer selebrasi?
2. Ironi Sekda Terbaik Nasional 2025
Dr. Fenny bukanlah birokrat sembarangan. Ia adalah pemegang gelar Doktor dan peraih Juara I Sekda Terbaik dalam transformasi digital nasional tahun 2025. INDOMOSAD menangkap adanya paradoks besar di sini: Seorang pemimpin yang mahir mengelola sistem digital, namun dinilai gagal mengelola persepsi sosial dan sensitivitas publik di tengah krisis infrastruktur.
3. Bedah LHKPN: Kekayaan Rp6,5 Miliar Tanpa Utang
Radar INDOMOSAD melakukan deep dive pada data kekayaan sang Sekda. Tercatat dalam LHKPN 2023, Fenny memiliki harta mencapai Rp6,5 Miliar yang didominasi aset properti di Sidoarjo dan koleksi mobil Honda HR-V terbaru. Menariknya, tidak ada catatan utang sama sekali. Kekayaan yang signifikan ini seolah menjadi pembenaran bagi sang birokrat untuk melakukan "inisiatif internal" mewah, namun justru menjadi bumerang di mata rakyat kecil.
RADAR INDOMOSAD MENEGASKAN:
Prestasi akademik dan digital tidak akan berarti jika nurani terhadap rakyat mati. Sidoarjo butuh aspal yang mulus, bukan tarian Bollywood di gedung pemerintahan. PEJABAT MENARI, RAKYAT MENCACI—SIDOARJO BUTUH KERJA NYATA, BUKAN DRAMA INDIA!
Team Investigasi lapangan Ifa
Pimpinan Redaksi Dion Hadi Langgoday
Baca Juga: WASPADA THR LUDES! SATGAS PASTI & OJK PERINGATKAN BAHAYA INVESTASI BODONG DAN PENIPUAN ONLINE JELANG LEBARAN: RADAR INDOMOSAD: INGAT RUMUS 2L—LEGAL DAN LOGIS SEBELUM TRANSAKSI!